<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>toelip</title>
	<atom:link href="http://toelip.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://toelip.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Feb 2011 10:22:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='toelip.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/720438d4f875017628cbf512dba88df8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>toelip</title>
		<link>http://toelip.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://toelip.wordpress.com/osd.xml" title="toelip" />
	<atom:link rel='hub' href='http://toelip.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Upeti ala Dunia Sekolah</title>
		<link>http://toelip.wordpress.com/2011/02/06/upeti-ala-dunia-sekolah/</link>
		<comments>http://toelip.wordpress.com/2011/02/06/upeti-ala-dunia-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Feb 2011 10:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toelip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toelip.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Asmarahadi Mahasiswa tawuran, Pelajar pun ikutan tawuran. Negeri ini seakan hanya penuh dengan yang tawuran dan persengkongkolan. Siapakah yang bertangungjawab atas maraknya kembali tawuran pelajar? Kesalahan guru dalam dunia pendidikan ?? Kesalahan sistem dunia sekolah kita ?? Ataukah memang sudah bobroknya sistem pendidikan di negeri ini ?? yang sudah tidak bisa lagi membedakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=toelip.wordpress.com&amp;blog=18597646&amp;post=25&amp;subd=toelip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><img class="size-medium wp-image-28 aligncenter" title="skul" src="http://toelip.files.wordpress.com/2011/02/skul2.jpg?w=300&#038;h=211" alt="" width="300" height="211" /></strong><em><span style="color:#ff0000;"><strong>Oleh : Asmarahadi </strong></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mahasiswa tawuran, Pelajar pun ikutan  tawuran. Negeri ini seakan hanya penuh dengan yang tawuran dan  persengkongkolan. Siapakah yang bertangungjawab atas maraknya kembali  tawuran pelajar? Kesalahan guru dalam dunia pendidikan ?? Kesalahan  sistem dunia sekolah kita ?? Ataukah memang sudah bobroknya sistem  pendidikan di negeri ini ?? yang sudah tidak bisa lagi membedakan antara  hitam dan putih.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pendidikan di negeri ini semakin hari  tidak saja semakin mahal tapi semakin tidak terjangkau masyarakat dalam  memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas seperti yang telah  diamanat oleh konstitusi kita UUD 1945 pasal 31 ayat (1) Setiap warga  negara berhak mendapat pendidikan (2) Setiap warga negara wajib  mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Konstitusi  telah mengatur bahwa setipa warganya berhak mendapatkan pendidikan dan  pemerintah lewat berbagi program memang telah berusaha memenuhi amanah  konstitusi tapi pada kenyataannya justru bertolak belakang.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tumbuhnya sekolah-sekolah baru layaknya  jamur dimusim hujan, menjadi gambaran nyata yang terjadi disekitar kita  mulai organisasi guru, organisasi antar kepala sekolah sampai dengan  guru aktif atau pun yang menjelang pensiun ramai-ramai mendirikan  sekolah-sekolahan. Sayangnya diantara mereka ternyata tidak sedikit  memanfaatkan anggaran pendidikan untuk hanya untuk mendirikan  sekolah-sekolahan yang motifnya tidak lebih bagaimana dapat mengambil  keuntungan dari berbagai bantuan negara bukan untuk mencerdaskan anak  bangsa tetapi untuk menjadi gayus baru. Jika gayus menikmati upeti dari  berbagai perusahaan maka mereka secara tidak tahu malu menikmati  anggaran negara yang seharusnya untuk memajukan anak -anak bangsa.  Sebagai contoh kecil, A adalah ketua organisasi kepala sekolah swasta  dikota X sebagai bagian dari tugasnya A mengusahakan agar sekolah swasta  mendapatkan bantuan, dimulailah perusakan terhadap dunia sekolah. A  yang berperan sebagai ketua organisasi kepala sekolah swasta harus  membuat “deal-deal” khusus dengan dinas pendidikan kota/provinsi  tentunya disertai berbagai macam upeti dan ketika dana bantuan tersebut  disetujui dinas pendidikan kota/provinsi A mendapatkan pula upeti dari  hasil kerjanya yang tentunya masuk kas pribadi.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sekolah yang seharusnya dibangun dengan  tujuan mencetak dan mencerdaskan anak bangsa berubah menjadi alat untuk  mengeruk dana bantuan anggaran pendidikan. Akibat yang ditimbulkan bagi  dunia sekolah, sekolah tidak lagi memikirkan sebuah kualitas anak bangsa  karena toh ujung-ujungnya di negeri ini sekolah adalah untuk bekerja  bukan bagaimana mendapat sebuah ilmu.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jika ini yang terjadi pada dunia  pendidikan khususnya dunia sekolah maka kiranya tidaklah heran banyak  sekolah yang tidak layak lagi sebagai tempat belajar, pemerintah mungkin  memang telah berusaha memenuhi tanggungjawab dari amanah konstitusi dan  amanah konstitusi pada prakteknya banyak dijalani oleh para pelaku  pendidikan yang tidak bertanggungjawab yang hanya untuk menjadi gayus –  garus baru.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/toelip.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/toelip.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/toelip.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/toelip.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/toelip.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/toelip.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/toelip.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/toelip.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/toelip.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/toelip.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/toelip.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/toelip.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/toelip.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/toelip.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=toelip.wordpress.com&amp;blog=18597646&amp;post=25&amp;subd=toelip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toelip.wordpress.com/2011/02/06/upeti-ala-dunia-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f87ca23d11604c6dc18b73818ae11ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">toelip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://toelip.files.wordpress.com/2011/02/skul2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">skul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meninjau Kembali Ujian Nasional</title>
		<link>http://toelip.wordpress.com/2010/12/23/20/</link>
		<comments>http://toelip.wordpress.com/2010/12/23/20/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2010 15:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toelip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toelip.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Wahidil Qohar Ujian Nasional (UN) hingga kini masih menuai pro dan kontra di masyarakat luas tak terkecuali kaum guru dan tenaga pendidik. Bagaimana tidak, UN oleh sebagian masyarakat “Guru dan siswa” masih sebagai momok yang menakutkan yang dapat membumi hanguskan masa depan dan harapan siswa hanya dalam hitungan hari. Begitu pula dari kalangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=toelip.wordpress.com&amp;blog=18597646&amp;post=20&amp;subd=toelip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://toelip.files.wordpress.com/2010/12/ujian1.jpg"><img class="size-medium wp-image-21 aligncenter" title="ujian" src="http://toelip.files.wordpress.com/2010/12/ujian1.jpg?w=547&#038;h=380" alt="" width="547" height="380" /></a></h3>
<h3><strong><em><span style="color:#ff0000;">Oleh : Wahidil Qohar</span></em></strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>Ujian Nasional (UN) hingga kini masih  menuai pro dan kontra di masyarakat luas tak terkecuali kaum guru dan  tenaga pendidik.</strong> Bagaimana tidak, UN oleh sebagian masyarakat “Guru dan siswa” masih   sebagai momok yang menakutkan yang dapat membumi hanguskan masa depan   dan harapan siswa hanya dalam hitungan hari. Begitu pula dari kalangan   tenaga pendidik yang mengajar mata pelajaran yang di UN kan.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Akan banyak permasalahan timbul  jika  dalam suatu sekolah banyak tidak meluluskan siswamya, tetapi akan  timbul  pertanyaan dan pernyataan jika sekolah tersebut meluluskan  siswanya  dengan sempurna dan mencapai angka 100%.  <strong>Sangat   dilematis memang beban yang harus ditanggung oleh elemen – elemen   pendidikan baik siswa, guru hingga lembaga pendidikan.</strong> Dengan  hal  tersebut maka akan memicu persoalan – persoalan baru yang dapat  timbul  meski tidak sedikit pula yang setuju dengan diselengarakannya  Ujian  Nasional. Tetapi banyak juga yang menolak adanya Ujian Nasional.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Dengan penyeragaman angka kelulusan  pada  tiap mata pelajaran yang diujikan dari sabang sampai marauke maka  harus  ada pula penyeragaman ditiap lokal sekolah dalam berbagai aspek.   Sedangkan <strong>sekolah dan lembaga pendidikan tidak sedang memcetak robot –  robot baru dalam kaderisasi peradaban sebuah bangsa.</strong> Bangsa ini  majemuk bung…dengan kultur sosial dan budayanya. Sehingga  tidak akan  mungkin sekali terjadi penyeragaman angka kelulusan ynag  masih  menghantui.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>Ada beberapa aspek yang harus  diperhatikan dalam penyeragaman angka kelulusan pada ujian Nasional,  antara lain ;</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>1. </strong><strong>Geografis atau lokal daerah</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Letak geografis, tempat dan daerah   memiliki andil dalam penentuan mutu dan kualitas sumber dayanya.  Sebagai  contoh sederhana adlah untuk local daerah perkotaan memiliki  akses ke  pusat kota dan informasi lebih baik dibandingkan dengan daerah  pelosok.  Dari hal ni saja dapat dianalisis bahwa masyarakat tang  tinggal didaerah  perkotaan dapat lebih mengakses dan memperoleh  informasi dan ilmu  pengetahuan yang up to date sehingga dapat membantu  proses belajar dan  pembelajaran yang memadai.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Letak geografis juga sangat  menentukan  pola piker yang ada. Logika sederhana untuk dareah perkotaan  orang tua  akan menyekolahkan anaknya untuk kehidupan yang lebih baik,  sedangkan  untuk dareah pedesaan jarang sekali terjadi. Hal ini  disebabkan karena  lapangan pekerjaan yang tersedia di daerah tersebut  dan kehidupan yang  mereka jalani.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>2. </strong><strong>Sarana dan Prasarana</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Kota – kota besar memiliki sarana  dan  prasarana yang lebih dibandingkan dengan dareah pedesaan sehingga  dalam  proses belajar mengajar dapat menggunakan media pembelajaran yang  dapat  menunjuang efektifitas dalam proses tranferisasi sejumlah  informasi dan  ilmu pengetahuan.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Sarana dan prasarana yang digunakan   juga dapat memacu minat belajar peserta didik. Dengan sarana dan   prasarana yang tersedia maka guru dan tenaga pendidik dapat   memvariasikan metode pembelajaran yang digunakan.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Bahkan terkadang jangankan sarana  dan  prasarana bukupun terkadang sulit diperoleh…lah wong hingga kini  masih  terdapat siswa yang belajar dibawah tenda – tenda yang tidak  layak dalam  proses KBM.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>3. </strong><strong>Sumber Daya</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Sebagus apa pun guru atau tenaga   pendidik dengan segala kompetensinya jika harus dihadapkan pada dua hal   diatas maka akan menghadapi kendala yang tidak sederhana karena mereka   akan mengejar angka kelulusan yang telah ditargetkan.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Jika tempat dan sarana tidak  mendukung  kompetensi gurumya maka guru tersebut akan mengalami jalan  ditempat  (statis) dalam mengkombinasikan metode pembelajaran.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>4. </strong><strong>Ekonomi</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Ketiga hal tersebut yang telah   diuraikan diatas sangat dipengaruhi oleh aspek yang keempat ini agar   tejadi kerjasama yang baik. (silahkan pikirkan kelanjutannya…)</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>5. </strong><strong>Masih ada lagi, seperti niat, faktor  keberuntungan dan lain – lain.</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>Karena terdapat perbedaan –  perbedaan  yang tidak sederhana maka tidak sepatunyalah terjadi  penyeragaman angka  kelulusan. Jika hal ini terus dibiarkan maka akan  memicu penyimpangan –  penyimpangan yang dilakukan oleh oknum yang marak  terjadi, seperti ;</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>1.      Memperjual – belikan soal yang akan  diujikan.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>2.      Membocorkan soal beserta  kunci  jawabannya yang jelas – jelas soal dan jawaban Ujian Nasional  merupakan  dokumen Negara yang sangat rahasia.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>3.      Membentu prosen terjadinya kelulusan  dengan beragam cara.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>4.      Dan lain – lain.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>Ujian Nasional merupakn  ajang pertaruhan  bagi siswa, guru dan lembaga pendidikan. Karena  merupakan ajang  pertaruhan, maka aka nada beban psikologis yang harus  ditanggung dan  diderita masing – masing elemen, seperti ;</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>1. </strong><strong>Bagi Siswa</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Beban yang harus ditanPerasaan malu  dan  bersalah yang harus ditanggung siswa ketika tidak lulus dan  menjadi  aib. Sehingga banyak kasus yang terjadi pada tahun 2006 ketika  siswa  tidak lulus tidak berani pulang kerumah karena takut dimarahi  oleh orang  tuanya hingga ada siswa yang memcoba mengakhiri hidupnya  dengan minum  racun serangga…(cie…cie…kayak putus cinta aja…)</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>2. </strong><strong>Bagi Guru</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Guru yang mengajar mata pelajaran  yang  di UN kan pun memiliki beban. Jika siswanya tidak lulus Ujian  Nasional  maka guru tersebut dikatakan tidak kapabel, tidak kredibel,  tidak  kompeten dan lain sebagainya. Hingga dampak yang terburuk bagi  guru yang  mengajar mata pelajaran yang di UN kan adalah diberhentikan  dari  sekolah. Sedangkan beban yang harus didertinya tidak sebanding  dengan  apa yang didapatnya.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong>3. </strong><strong>Bagi Sekolah</strong></em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Sekolah bergantung pada keberadaan  siswa  yang diterimanya. Proses KBM disekolah dapat berjalan dengan baik  jika  terjadi keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Sehingga   opersional sekolah sangat ditentukan oleh keberadaan siswanya. Jika pada   suatu sekolah terdapat angka ketidak lulusan yang cukup banyak maka   kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya akan berkurang.</em></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em>Sudah sepatutnyalah pemerintah   mengembalikan angka kelulusan ke sekolah dan guru masing – masing karena   yang mengerti keadaan dan kemampuan siswa adalah guru yang  mengajarnya.  Tidak logis jika massa depan mereka yang telah belajar  selama 3 tahun  harus dikalahkan dengan ujian yang kurang dalam satu  minggu tanpa  melihat keadaan siswa atau peserta ujian apakah sedang  sakit atau tidak.</em></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/toelip.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/toelip.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/toelip.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/toelip.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/toelip.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/toelip.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/toelip.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/toelip.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/toelip.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/toelip.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/toelip.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/toelip.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/toelip.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/toelip.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=toelip.wordpress.com&amp;blog=18597646&amp;post=20&amp;subd=toelip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toelip.wordpress.com/2010/12/23/20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0f87ca23d11604c6dc18b73818ae11ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">toelip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://toelip.files.wordpress.com/2010/12/ujian1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ujian</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
